Langsung ke konten utama

Merancang Strategi Bisnis di Era Digitalisasi

Merancang Strategi Bisnis di Era Digitalisasi

Halo sobat dunia kampus, pada pertemuan kali ini saya akan membahas bagaimana caranya kita merancang strategi bisnis di era digitalisasi.

Seiring berkembang pesatnya kemajuan zaman, manusia sudah tak bisa lagi lepas dengan yang namanya teknologi. Bagaimana tidak, teknologi sudah sangat memudahkan hidup kita. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak usaha untuk menyelesaikannya, sekarang hanya memerlukan sedikit waktu dan tenaga yang artinya pekerjaan lebih efisien. Ditambah lagi dengan penemuan smartphone yang mana sangat memudahkan kita dalam berkomunikasi.

Berdasarkan data dari globalwebindex.com, di Indonesia pada tahun 2019, terdapat 268 juta penduduk Indonesia. Dari 268 juta penduduk, terdapat 150 juta pengguna internet dan 150 juta pengguna juga merupakan pengguna aktif media sosial serta yang mengakses media sosial melalui smartphone ada 130 juta orang. Selain itu, rata-rata pengguna internet menghabiskan waktu sebesar 8 jam dalam sehari berselancar di media sosial. Dapat ditarik beberapa kesimpulan, pertama, smartphone sudah dapat dimiliki oleh kalangan manapun. Baik itu menengah kebawah sampai kalangan atas. Kedua, smartphone memiliki fungsi yang sangat penting bagi masyarakat, yang mana memudahkan dan memurahkan masyarakat untuk berkomunikasi serta mengakses informasi teraktual diseluruh dunia.

Ditarik kesimpulan lagi dari data tersebut, seluruh pengguna smartphone pasti menggunakan media sosial. Melihat betapa banyaknya pengguna media sosial, para entrepreneur setidaknya paham akan penggunaan teknologi tersebut agar ia dapat meningkatkan margin yang didapat dan mengembangkan bisnis lebih jauh lagi.  

Adanya pandemi Covid-19 semakin mengakselerasi pemanfaatan dunia digital. Jika pada zaman dahulu jika ada pandemi, kegiatan-kegiatan fisik biasanya diberhentikan total salah satunya kegiatan belajar mengajar. Akan tetapi, berkat teknologi digitalisasi, kegiatan belajar mengajar dapat berjalan walaupun sebenarnya kurang efektif. Selain itu, kegiatan ekonomi juga ikut berjalan tetapi porsi tenaga kerja lapangannya dikurangkan dan pekerja bukan lapangan kebanyakan disuruh untuk bekerja dari rumah (Work from home) melalui laptop.

Para entrepreneur juga tentunya mesti memutar otak perihal bagaimana caranya agar bisnis tetap berjalan ditengah Covid-19. Salah satu strategi utamanya tentu menggunakan dunia digital.

Untuk itu, perlu yang namanya merancang strategi agar usaha kita dapat berjalan dengan baik di dunia digital kedepannya. Dengan merancang strategi, para entrepreneur dapat dengan teratur mengeksekusi ide-ide yang telah dibuat. Muncul pertanyaan, bagaimana cara kita merancang strategi agar produk kita dapat dikenal? Agar kita mampu bersaing dengan yang lain? Dan bagaimana caranya memanfaatkan dunia digital secara maksimal?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita pastinya membutuhkan alat bantu. Kali ini, kita akan menggunakan diagram SOSTAC sebagai alat bantunya. SOSTAC adalah susunan perencanaan atau kerangka yang mana digunakan untuk mengidentifikasi hal utama apa saja yang harus diperlukan untuk mencapai tujuan. SOSTAC merupakan singkatan dari Situation, Objectives, Strategy, Tactics, Actions, dan Control.

  • Situation Analysis

Pada posisi ini, kita belajar memahami posisi kita yang sekarang seperti apa. Apa pandangan masyarakat terhadap usaha kita, bagaimana situasi di pasar saat ini dan apa yang kita miliki. Didalam Situation Analysis kita biasanya menjelaskan posisi kita yang sekarang menggunakan metode SWOT. Situation Analysis sifatnya berubah-ubah tergantung dari Objectives, Strategy, Tactics, Actions, dan Control yang kita lakukan

  • Objectives

Objectives adalah apa yang ingin kita capai dan bagaimana mengarahkan usaha kita nantinya akan kemana. Didalam Objectives terdapat 5S, yaitu:

  • Sell: dengan penerapan E-marketing, kita dapat meningkatkan penjualan. Hal ini dikarenakan promosi yang kita lakukan secara online dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Selain itu, biaya memasang iklan di internet lebih murah daripada praktik iklan konvensional.
  • Serve: kita semua tentunya setuju dengan yang istilah “Kepuasan pelanggan nomor satu!”. Dengan adanya dunia digital, pelayanan dalam menghadapi pelanggan mulai berubah. Jika dulu pelanggan harus pergi ke tempat usaha kita untuk menanyakan suatu hal tentang produk kita, sekarang mereka hanya perlu menghubungi lewat email atau media sosial. Untuk itu, kita perlu yang namanya membuat Customer Service yang baik agar pelanggan merasa puas dengan produk kita.
  • Sizzle: pada dunia E-marketing sizzle erat kaitannya dengan berapa lama pengunjung mengunjungi web kita dan kesadaran masyarakat terhadap produk kita. Untuk itu perlu yang namanya bagaimana membuat masyarakat betah berlama-lama di web kita. Entah dengan membuat desain web yang keren atau menambah fitur plugin yang menarik untuk desain web kita. Dengan hal tersebut, harapannya masyarakat akan lebih mengenal produk kita.
  • Speak: yang namanya membuka usaha, kita tidak boleh mengabaikan pendapat masyarakat. Sehebat apapun perusahaan jika menganggap remeh pendapat masyarakat terhadap perusahaannya, maka suatu saat akan ada perusahaan lain yang mengambil kesempatan tersebut. Pendapat masyarakat adalah peluang kita, karena mereka telah menggunakan produk kita sebelumnya. Untuk itu, agar lebih dekat dengan pelanggan kita biarkan pelanggan memberikan feedback terhadap produk kita.
  • Save: Save disini artinya berhemat. Bagian ini membahas bagaimana cara promosi yang efisien. Jika sebelumnya usaha anda menggunakan promosi secara konvensional seperti menyewa baliho, pasang poster dan lain-lain, dengan adanya dunia digital, kita perlu yang namanya menerapkan e-marketing. Selain dapat menjangkau banyak lapisan masyarakat, biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan iklan juga lebih murah.
  • Strategy

Jika Objective menjelaskan apa yang ingin kita capai, distrategy, kita membahas tentang bagaimana kita mencapai tujuan tadi. Cara menganalisa strategi:

  • Segmentation: kita perlu mengidentifikasi terlebih dahulu masyarakat yang seperti apa yang ingin kita tuju sehingga kita nantinya dapat dengan mudah mengembangkan penawaran yang sesuai untuk mereka.
  • Online Value Proposition (OVP): pada tahap ini kita melakukan penawaran terhadap pelanggan melalui media online yang nantinya, akan menentukan posisi produk kita dalam masyarakat.
  • Sequence: yaitu kita menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap produk kita
  • Integration: yaitu kekonsistenan kita terhadap apa yang kita tawarkan dan produk kita.
  • Tools: yaitu alat apa saja yang kita gunakan untuk mendukung e-marketing kita, seperti misalnya memanfaatkan website atau media sosial.
  • Tactics

Jika strategy membahas secara umum bagaimana kita dapat mencapai tujuan kita, maka di Tactics hal tersebut akan dibahas lebih mendetail. Taktik pada umumnya bersifat jangka pendek dan dapat dikembangkan setelah strategi disetujui oleh pemilik perusahaan.

Penerapan Tactics dapat menggunakan konsep Marketing Mix yaitu:

  • Product: membahas produk apa yang potensinya sesuai untuk mencapai tujuan kita
  • Place: dengan pemasaran kita secara online kita dapat berhemat mengeluarkan biaya karena tidak memerlukan tempat untuk kegiatan fisik.
  • Price: meninjau lagi harga yang kita jual apakah sudah cocok dengan pasar atau belum.
  • Promotion: berkat dunia digital melakukan kegiatan promosi semakin mudah.
  • People: yaitu kegiatan pelayanan yang kita berikan kepada pelanggan.
  • Process: mengkaji tentang proses bagaimana pelanggan sampai membeli produk kita.
  • Physical Evidence: yaitu ulasan pelanggan terhadap produk kita. Apakah mereka puas atau tidak dan biasanya ditulis melalui media elektronik atau cetak.
  • Actions

Actions membahas tindakan kita. Jika sebelumnya strategy dan tactics hanya ditulis diatas kertas, maka action adalah manifestasi dari hal-hal tersebut. Untuk itu, perlu yang namanya membuat rencana kerja terstruktur agar strategy dan tactics tadi dapat berjalan dengan baik. Tentukan berapa lama rencana kerja tadi memakan waktu.

  • Control

Control membahas apakah kita sudah sampai kesana (tujuan). Fungsi control disini ialah memonitor dan mengevaluasi tindakan-tindakan (action) apakah sudah tepat dengan yang direncanakan atau belum. Selain itu, control membahas apakah kita sudah mencapai tujuan apa belum? Jika belum, maka ada kesalahan dalam pencapaian tujuan tersebut sehingga tidak bisa berjalan secara maksimal.

terkadang disaat kita telah menetapkan rencana secara detail dan mendalam masih saja ada kemungkinan rencana tersebut tidak berjalan dengan baik atau bahkan tidak sesuai dengan tujuan yang kita harapkan. Untuk itu melakukan control adalah hal yang tidak bisa anda lewatkan begitu saja. Kesabaran dan ketekunan juga menjadi senjata yang penting bagi anda untuk melewati masalah-masalah yang dihadapi.


Komentar